Gagasan wisata kota tua kalianget yang digagas dinas pariwisata Sumenep tahun 2009 lalu memang menarik. Gagasan wisata ini menambah jumlah konsep wisata sebelumnya di Sumenep yaitu wisata ziarah , wisata alam dan wisata alam. Selama ini Sumenep memang kental dengan wisata ziarah seperti mesjid jami’, makam asta tinggi dan makam sejumlah wali dibeberapa tempat di Kabupaten Sumenep. Wisata alam pantai Slopeng dan Lombang juga menambah eksotika wisata Sumenep. Lainnya adalah wisata sejarah berupa keratin dan museum Sumenep. Sayang, gagasan wisata kota Kalianget makin redup dan tidak bergairah di masyarakat.
Gagasan wisata kota tua Kalianget menjadi pelangkap sendiri terhadap wisata sejarah, ziarah dan alam yang selama ini sudah berjalan. Gagasan wisata kota tua, paling tidak menggambarkan betapa luas eksotika Sumenep kontemporer yang berasal dari warisan masa lalu. Gagasan wisata tua pada dasarnya merupakan upaya untuk mendaya gunakan situs – situs kuno warisan belanda yaitu kawasan pabrik garam dan sekitarnya serta pelabuhan lama Kalianget. Wisata tua kuno dari sisi pariwisata memiliki dua daya tawar bagus. Pertama, daya tawar kepada turis asing yang mengemari situs – situs kuno bernuansa nostalgia kolonialisme. Selama ini memang terdapat kelompok turis belanda yang yang menyukai situs klasik warisan leluhurnya masa colonial dulu seperti misalnya wisata likomotif kuno ambarawa yang masih eksis sampai saat ini. Wisata kota tua dapat ditawarkan pada turis kelompok ini. Adapun daya tawar kedua adalah dilewati rute ziarah menuju asta Sayyid Yusuf di pulau poterans.
Konsep wisata tua akan lebih berdaya guna jika dikombinasikan dengan konsep wisata lainnya terutama wisata ziarah dan wisata sejarah. Apalagi, kuantitas wisatawan local lebih banyak daripada wisatawan mancanegara, meskipun merupakan wisata warisan belanda, kawasan kota tua dalam waktu dekat masih akan sulit menjaring turis asing. Kombinasi dengan wisata ziarah – sejarah adalah paling tepat, karena paket wisata ziarah – sejarah yang sering dijalankan para wisatawan domestic biasanya dimulai dari makam asta tinggi, masjid kemudian asta Sayyid Yusuf dipulau poteran. Ketika menyeberag ke pulau poteran, wisatawan pasti akan melewati dua situs kota tua yaitu pabrik garam dan pelabuhan lama Kalianget.
